A. Pengertian Limbah
Limbah
merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak
bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa
beraneka ragam, ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar
dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu.
B. Macam –macam Limbah
Jika
didasarkan asalnya, limbah dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
- Garam anorganik seperti magnesium sulfat, magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan dan industri.
- Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan biji logam dan bahan bakar fosil.
Jika berdasarkan
sumbernya limbah dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
1. Limbah
Pabrik
2. Limbah Rumah Tangga
3. Limbah Industri
Berdasarkan karakteristiknya, limbah
dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :
1.
Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Industri primer pengolahan
hasil hutan merupakan salah satu penyumbang limbah cair yang berbahaya bagi
lingkungan. Bagi industri-industri besar, seperti industri pulp dan kertas,
teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai,
namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat
penting dan besarnya dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan,
penting bagi sektor industri kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi
pengolahan limbah cair.
Teknologi pengolahan
air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Apapun macam
teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus
dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi
pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang
bersangkutan.
Berbagai teknik
pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan
dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah
dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan:
1. pengolahan secara
fisika
2. pengolahan
secara kimia
3. pengolahan
secara biologi
Untuk
suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat
diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.
Limbah
cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair (PP 82
thn 2001). Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada :
a.Sifat Fisika dan Sifat Agregat . Keasaman sebagai salah satu contoh sifat limbah dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik
b. Parameter Logam, contohnya Arsenik (As) dengan metoda SSA
c. Anorganik non Metalik contohnya Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru Indofenol
d. Organik Agregat contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda Titrimetrik
g. Air Laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA
a.Sifat Fisika dan Sifat Agregat . Keasaman sebagai salah satu contoh sifat limbah dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik
b. Parameter Logam, contohnya Arsenik (As) dengan metoda SSA
c. Anorganik non Metalik contohnya Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru Indofenol
d. Organik Agregat contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda Titrimetrik
g. Air Laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA
Limbah
padat adalah hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal
dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian,
yaitu limbah padat yaitu dapat didaur ulang, seperti plastik, tekstil, potongan
logam dan kedua limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis.
Bagi
limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dapat ditangani dengan berbagai
cara antara lain ditimbun pada suatu tempat, diolah kembali kemudian dibuang
dan dibakar.
Udara
adalah media pencemar untuk limbah gas. Limbah gas atau asap yang diproduksi
pabrik keluar bersamaan dengan udara.
Secara alamiah udara mengandung unsur
kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2 dan Jain-lain. Penambahan gas ke dalam udara
melampaui kandungan alami akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas
udara.
Zat pencemar melalui udara
diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu partikel dan gas. Partikel adalah
butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan mata telanjang seperti uap air,
debu, asap, kabut dan fume-Sedangkan pencemaran berbentuk gas tanya aapat
dirasakan melalui penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung.
Gas-gas ini antara lain SO2, NOx, CO, CO2, hidrokarbon dan lain-lain.
C.
Dampak Limbah
A. Dampak terhadap kesehatan
A. Dampak terhadap kesehatan
Dampaknya yaitu dapat menebabkan atau
menimbulkan panyakit.
Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
1. Penyakit diare dan tikus, penyakit ini terjadi karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat
2. Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap
Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
1. Penyakit diare dan tikus, penyakit ini terjadi karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat
2. Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap
B. Dampak terhadap lingkungan
Cairan dari limbah – limbah yang masuk
ke sungai akan mencemarkan airnya sehingga mengandung virus-virus penyakit.
Berbagai ikan dapat mati sehingga mungkin lama kelamaan akan punah. Tidak
jarang manusia juga mengkonsumsi atau menggunakan air untuk kegiatan
sehari-hari, sehingga menusia akan terkena dampak limbah baik secara langsung
maupun tidak langsung. Selain mencemari, air lingkungan juga menimbulkan banjir
karena banyak orang-orang yang membuang limbah rumah tanggake sungai, sehingga
pintu air mampet dan pada waktu musim hujan air tidak dapat mengalir dan air
naik menggenangi rumah-rumah penduduk, sehingga dapat meresahkan para penduduk.
D. Cara Mengatasi Limbah
- Recycle ( Mendaur ulang )
Recycle
adalah mengolah ( mendaur ulang ) sampah menjadi barang baru yang
berguna.contohnya, membuat kompos, membuat wadah tisu, membuat pot bunga dan
masih banyak Lagi. Biasanya jika kita me recycle barang-barang bekas kita dapat
membuahkan suatu keuntungan seperti dapat menjualnya dan kita dapat mengurangi
sampah yang ada disekitar kita.
- Replace ( Mengganti )
Replace
adalah mengganti barang-barang yang sulit diuraikan atau mengganti
barang-barang sampah dengan barang yang ramah lingkungan atau multifungsi.
Contoh :
1. mengganti
styrofoam dengan kertas minyak
2. mengganti
tissue dengan sapu tangan
3. mengganti
botol plastik yang dapat diremukan dengan botol plastik keras
- Reuse ( Memakai kembali )
Reuse
adalah memakai kembali barang-barang yang memang masih dapat digunakan,
walaupun tidak sesuai fungsi aslinya.
Cara nya adalah :
1. menggunakan
buku tulis yang kertasnya masih kosong untuk catatan atau coret coret
2. Menggunakan
kedua sisi kertas
3. botol air
mineral dapat digunakan untuk pot bunga
- Reduce ( Mengurangi )
Reduce
adalah mengurangi penggunaan bahan bahan yg tidak ramah lingkungan.Cara yang
dapat di lakukan seperti :
1. membawa tas
belanja sendiri untuk mengurangi tas plastik yg sulit di uraikan
2. membeli
kemasan isi ulang untuk deterjen,shampo,sabun,atau kecap daripada selalu
memberi kemasan yg baru setiap kali habis
3. membeli barang
kebutuhan dengan kemasan besar
4. mengurangi
pembelian barang yang tidak terlalu kita butuhkan
- Destroy ( Menghancurkan )
Kita
tahu bahwa tidak semua sampah dapat di Reduce, Reuse, Recyle dan Replace, ada
beberapa sampah berbahaya yang mengandung limbah B3 harus di musnahkan agar
tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Dalam penghancuran sampah yang
sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali harus ditangani secara baik dan benar.
Berbagai cara seperti pembakaran, penetralisiran, hingga dikubur di tempat yang
jauh dari permukiman maupun sumber daya alam penduduk wajib dilakukan supaya
tercipta lingkungan bersih, sehat dan terbebas dari masalah limbah
sampah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar